Sabtu, 30 Juni 2018

PAC GP ANSOR SONGGOM RESMI DILANTIK

Tidak ada komentar:

Setelah hampir tiga bulan usai dilaksanakannya Konferancab, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Songgom Brebes Jawa Tengah, akhirnya berhasil dan sukses menyelenggarakan Pelantikan Pengurus dan Halal Bi Halal yang berlangsung pada Malam Jumat Kliwon (28/6) di halaman Majelis Al-Ibrohim Desa Jatirokeh Kecamatan Songgom.

Penyelenggaraan pelantikan berlangsung dengan penuh khidmat melalui pembacaan Surat Keputusan tentang Susunan pengurus PAC GP ANSOR Kecamatan Songgom Masa Khidmat 2018-2020.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Songgom Sahroji,S.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan pesan agar seluruh kader Ansor dapat bersatu, hindari perpecahan, tepiskan ego pribadi dan kepentingan-kepentingan lain dalam berorganisasi, agar GP Ansor PAC Songgom semakin maju dan jaya.

Bapak KH. Harun,S.Ag selaku Ketua Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Songgom menyampaikan, “Setelah pelantikan sesegera mungkin untuk bikin program, bagaimana agar Ansor bisa mandiri dalam setiap melaksanakan kegiatan, jangan selalu mengandalkan proposal penggalangan dana, berusahalah lebih kreatif."

Hadir juga Ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes Ahmad Munsip Maksudi,S.Pd.I sekaligus melantik atas nama Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Gus Faqih Ketua PC MDS Rijalul Ansor Kabupaten Brebes, H.Imam Royani,S.Pd.I (anggota DPRD Kab.Brebes) dan dimeriahkan dengan hadirnya Almukarom DR.KH.Muhammad Abbas Billy Yahcsy, MA (Kang Babas) dari Buntet Pesantren Cirebon yang menjadi pembicara inti dalam kegiatan tersebut.

Dalam ceramahnya, Kang Babas (panggilan akrab beliau) berpesan agar para pemuda NU jangan saling menjelekkan sesama muslim, jangan saling mengolok-olok sesama muslim, apalagi sesama orang NU, itu kategori orang fasik.

Beliau juga berpesan agar waspada terhadap kelompok-kelompok Islam radikal yang saat ini sedang gencar-gencarnya menjelek-jelekan Ulama NU.

Penyelenggaraan Prosesi Reorganisasi PAC GP ANSOR Kecamatan Songgom Masa Khidmat 2018-2020 berlangsung lancar meskipun masih banyak kekurangan.

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa Pengurus Badan Otonom NU, yaitu dari PC GP Ansor Kabupaten Brebes, Satkorcab Banser Kabupaten Brebes, PAC GP Ansor Kecamatan Jatibarang, Satkoryon Banser Jatibarang, Satkoryon Banser Larangan, PAC Muslimat NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU dan PAC IPPNU Kecamatan Songgom.

(Kang Oji)
_bansersonggom@gmail.com_

------------

http://pac-ansorsonggom.blogspot.com/2018/06/gp-ansor-songgom-resmi-dilantik.html?m=0

Kamis, 12 Januari 2017

RAHASIA KEKUATAN BANSER

Tidak ada komentar:





Oleh : Nugie Dwi Nugroho Kustanto *)
Meski banyak dinyinyir karena menjaga gereja, Banser mempunyai rahasia yang membuat kedudukan mereka tak tertandingi. Mereka memang digembleng dengan berbagai macam ilmu kesaktian ala pejuang kemerdekaan dulu, tapi bukan itu rahasia kekuatan mereka.
Rahasia kekuatan mereka adalah kecintaan pada ulama.
Banyak banser hanyalah laki-laki desa biasa, yang tidak dibayar, yang berkhidmah hanya karena ingin dapat berkahnya ulama. Mereka juga tidak punya kecanggihan untuk memutuskan menjaga gereja, mereka hanya menjalankan perintah ulama.
Banser banyak pengorbanan.
Mereka rela mengatur jalan, tidak mendengarkan ceramah ketika acara pengajian atau maulud Nabi. Padahal mereka juga tentu sangat ingin sekali melihat kiai atau syaikh yang hadir, mendengar ceramah beliau dan mencium tangan mereka.
Tapi mereka rela tugas di jalan. Seperti dalam foto banser berbaris dibawah ini, banser berbaris di jalan raya Pekalongan setelah acara Maulid di Pesantren At-Taufiqi selesai. Mereka bertugas paling awal, makan paling akhir dan pulang paling akhir.
Tentu tidak banyak yang memiliki keistimewaan seperti itu.
Meski tidak mendengarkan mauidhoh hasanah, tidak mencium tangan syaikh yang hadir, tapi diantara yang hadir mereka yang mendapat paling banyak.
Banser-lah yang mendapatkan paling banyak.
Maulana Habib Luthfi sampai dawuh: “seandainya Alloh menjadikan aku ahli surga, maka pemberian Alloh itu tidak akan aku ambil sebelum semua banser masuk surga”.
Setahu saya tidak ada yang mendapat kemuliaan sampai seperti banser itu.
Bahkan MATAN (Mahasiswa Ahli Thorikoh Muktabaroh An-Nahdiyyah) yang beliau besut sendiri-pun tidak beliau sebut dengan cara seperti itu.
Itulah kekuatan terbesar banser. Nyinyiran bisa malah jadi negativitas yang kembali pada penyinyirnya.
Mereka bisa bertanya pada diri mereka sendiri: “sampai dimana kecintaan dan pengorbanan saya pada ulama sebagai warotsatul anbiya?”
Banser memberikan semuanya. Riyanto gugur dalam rangka menjalankan perintah ulama.
Menjaga gereja hanyalah sebagian kecil yang mereka lakukan, tapi mereka dihujat hanya bagian kecil itu. Yang paling banyak dan tidak terhitung adalah keterlibatan mereka melancarkan berbagai event ulama.
Bahkan menjaga gereja pun bukan atas inisiatif pribadi, tapi atas perintah ulama. Tujuannya juga bukan untuk menjaga gereja itu sendiri tetapi adalah untuk menjaga NKRI.
Banser bukanlah orang yang pinter berdebat. Tapi kecintaan mereka terhadap ulama membuat mereka mampu memahami hal yang sulit dipahami orang berpendidikan tinggi: tugas mayoritas adalah melindungi yang minoritas.
Tugas muslim adalah membuktikan Islam sebagai rahmatan lil alamin.
Tugas muslim adalah menunjukkan akhlak yang tinggi. Membuktikan sebagai khoiru ummah.
Tugas muslim adalah mengayomi yang lemah, meyakinkan agar tidak ada yang terdhalimi dibawah kekuasaan muslim ketika menjadi mayoritas.
Dari mana mereka bisa memahami yang kompleks itu, yang banyak orang pintar bergelar sarjana, doktor bahkan profesor gagal memahaminya?
Karena ketaatan dan kecintaan pada ulama.
Karena ketaatan itu, mata hati mereka dibuka. dirahmati dan dipahamkan Alloh.
Bagaimana reaksi kita muslim Indonesia dengan sikap sebagian penduduk eropa yang melindungi masjid dengan membentuk pagar manusia untuk melindungi masjid disana ketika masjid tersebut mendapat ancaman?
Kita senang
Islam yang dibawa Rasulullah, kemudian para sahabat dan ulama terdahulu, sebagaimana cerita Syaikh Ahmad Ad-Dabbagh Mursyid Thoriqoh Syadhiliyah di Inggris adalah seperti bunga mawar harum nan indah yang siapapun akan menyukainya.
Kewajiban kita menunjukkan itu. Banser dikenal dunia karena perannya itu. Islam Indonesia dikenal dan dipuji dunia karena apa yang dilakukan banser.
Ditulis sebagai penghargaan untuk Riyanto, pahlawan Banser yang telah memberikan nyawanya untuk kedamaian NKRI.
Riyanto membuktikan Islam rahmatan lil alamin, dan kemuliaan hamba yang mengikuti akhlak Nabi Muhammad SAW.
Sebagaimana pengabdiannya semoga Riyanto dikumpulkan bersama ulama amilin, auliya sholihin dan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Lahul fatihah.
*Penulis merupakan Banser surakarta solo

Senin, 09 Januari 2017

TENTANG BANSER

Tidak ada komentar:

BARISAN ANSOR SERBAGUNA

Barisan Ansor Serbaguna
BANSER


Barisan Ansor Serbaguna selanjutnya disingkat BANSER, dalam peraturan organisasi Gerakan Pemuda Ansor disebutkan bahwa BANSER adalah tenaga inti Gerakan Pemuda Ansor sebagai kader penggerak, pengemban dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan Gerakan Pemuda Ansor. Kader dimaksud adalah anggota Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki kwalifikasi : Disiplin dan dedikasi yang tinggi, ketahanan fisik dan mental yang tangguh, penuh daya juang dan religius sebagai benteng ulama dan dapat mewujudkan Gita-cita Gerakan Pemuda Ansor dan kemaslahatan umum.

Tugas BANSER
1. Merencanakan, mempersiapkan dan mengamalkan Gita-Gita pejuangan Gerakan Pemuda Ansor serta menyelamatkan dan mengembangkan hasil-hasil perjuangan yang telah di capai.
2. Melaksanakan program sosial kemasyarakatan dan program pembangunan yang berbentuk rintisan dan partisipasi.
3. Membantu terselenggaranya keamanan dan ketertiban di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor dan lingkungan sekitarnya.
4. Menumbuhkan terwujudnya semangat pengabdian, kebersamaan, solidaritas dan silaturrohim sesama anggota Banser dan anggota

Tanggung Jawab BANSER adalah:
1. Menjaga, memelihara dan menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan Gerakan Pemuda Ansor khususnya dan NU umumnya
2. Berpartisipasi aktif melakukan pengamanan dan ketertiban terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Banser, Gerakan Pemuda Ansor, Jam’iyah Nahdlatul Ulama dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama lainnya.
3. Bersama dengan kekuatan Bangsa yang lain untuk tetap menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, hambatan, gangguan dan tantangan.

Kegiatan
Kegiatan BANSER adalah kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan, pembangunan serta bela Negara yang tehnis pelaksanaanya berpedoman pada program kegaiatan Banser.

Keanggotaan
1. Anggota BANSER adalah anggota Gerakan Pemuda Ansor.
2. Keanggotaan BANSER ditetapkan dengan syarat-syarat sebagai berikut :

- Sehat fisik dan mentalnya

- Memiliki tinggi badan sekurang-kuranya 160 cm, kecuali memiliki kecakapan khusus.

- Telah lulus mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) BANSER.

- Memiliki dedikasi dan loyalitas kepada Gerakan Pemuda Ansor.
3. Anggota kehormatan diberikan kepada anggota BANSER yang berusia diatas 45 tahun dan atau tokoh masyarakat yang berperan dalam menggerakkan BANSER.

Sanksi
1. Setiap anggota Banser yang melanggar PO/PRT Gerakan Pemuda Ansor dan Peraturan Organiasi Banser akan dikenai sanksi berupa: Teguran, Peringatan dan Pernecatan.
2. Mekanisrne pernberian sanksi diatur dalarn peraturan Oisiplin Anggota Banser.
 
back to top